Kondisi Psikis Akibat Korban Pemerkosaan

Sungguh berat derita Indah (nama samaran) korban kasus pemerkosaan. Seumur hidup harus menanggung beban akibat perbuatan keji Kiki, si pemerkosa. Indah seharusnya mendapatkan uang ganti rugi untuk memulihkan kondisi psikisnya.

“Kita harus mulai mengembangkan ada ganti rugi bagi korban untuk pemulihan agar kembali seperti semula,” anggota Komnas Perempuan Sri Nurherwati kepada detikcom, Rabu (26/1/2010).

Menurut Sri, selama ini pelaku pemerkosaan dikenakan hukuman pidana saja. Sedangkan korban tidak mendapatkan apa-apa. Padahal dampak yang diterima korban akan seumur hidup ditanggung. Pelaku harusnya menanggung biaya materil dan immateril korban.

“Biaya untuk pemulihan, misalnya korban ingin konseling dan sebagailnya. Bisa untuk kebutuhan korban sehari-hari selama masa pemulihan. Sedangkan immateril untuk kejiwaan korban seperti stres dan trauma,” jelasnya.

Korban, lanjut Sri, bisa meminta jaksa untuk mengajukan banding. Korban pun bisa mencari pendamping baik untuk menguatkan mental psikisnya maupun untuk memberikan informasi secara hukum mengenai pemerkosaan.

“Misal kalau ada trauma, bisa ada pendamping secara rohani. Ada orang yang bisa memberikan informasi yang benar mengenai hukum supaya bisa melakukan terobosan-terobosan terkait ganti rugi atas korban,” imbuhnya.

Pengaruh Wanita

Sementara itu, mantan hakim Asep Iwan Iriawan berpandangan, majelis hakim boleh saja menjatuhkan vonis di bawah tuntutan JPU dalam kasus tersebut. Hakim mungkin melihat bisa saja pemerkosaan terjadi karena ada pengaruh dari wanitanya.

“Hakim boleh menjatuhkan vonis di bawah tuntutan jaksa. Yang nggak boleh di atas ancaman,” kata Asep yang kini menjadi akademisi ini.

Menurut Asep, kemungkinan dalam kasus ini, hakim mempertimbangkan apakah dalam kasus pemerkosaan tersebut ada pengaruh wanitanya sendiri atau tidak. Apalagi satu kos-kosan sehingga hakim memutuskan di bawah tuntutan JPU.

“Tapi saya nggak bisa memastikan dong. Cuma ya kita tahu kan bagaimana kos-kosan. Campur lagi perempuan laki-laki. Sudah ada keakraban mungkin,” analisanya.

Asep mengatakan, jika hakim menjatuhkan vonis 2/3 dari tuntutan jaksa, biasanya akan mengajukan banding. Semua kasus tak terkecuali kasus perkosaan juga bisa mengajukan banding.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s