Archive for the ‘ Psikologi Perkembangan ’ Category

Kenakalan Remaja

Kenakalan RemajaKenakalan Remaja

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi.

Baca selengkapnya . . .

Artikel yang berkaitan :

Penyebab Bayi Lahir Kekurangan Oksigen

Kekurangan oksigen pada bayi yang baru dilahirkan merupakan kasus serius. Kekurangan oksigen yang telat ditangani akan membuat sel-sel di otak mati yang bisa mengakibatkan kecacatan hingga kematian.

Kekurangan oksigen ke janin dapat terjadi pada setiap kehamilan. Maka itu penting buat paramedis memperlakukan bayi yang kekurangan oksigen dengan sigap.

Kekurangan oksigen dapat menyebabkan kecacatan yang serius yang dapat menghancurkan hidup si anak dan keluarga, menguras emosi dan finansial. Kasus cerebral palsy (cedera otak) pada bayi sebesar 20 persen disebabkan karena kekurangan oksigen. Continue reading

Mengatasi Hilang Ingatan Saat Hamil

Banyak wanita yang sering lupa atau hilang ingatan pada saat hamil, terutama pada masa kehamilan trimester ketiga. Kondisi ini cukup membuat kewalahan. Bagaimana cara mengatasinya?

Hilang ingatan pada saat hamil bisa disebabkan oleh perubahan hormon, stres, kecemasan, gangguan tidur, atau melakukan pekerjaan yang berlebihan.

Hilang ingatan ini bisa menyebabkan wanita hamil menjadi frustasi dan bahkan dapat lebih menakutkan bila ingatan yang hilang cukup parah.

Seperti dilansir dari Ehow, Senin (12/4/2010), berikut cara mengatasi hilang ingatan pada ibu hamil: Continue reading

Pengembangan Kreativitas Anak Melalui Pembelajaran Kelompok Bermain

Anggapan bahwa pendidikan baru bisa dimulai setelah usia sekolah dasar yaitu usia tujuh tahun ternyata tidaklah benar. Bahkan pendidikan yang dimulai pada usia TK (4 – 6 tahun) pun sebenarnya sudah terlambat. Hasil penelitian di bidang neurologi yang dilakukan Benyamin S. Bloom, seorang ahli pendidikan dari Universitas Chicago, Amerika Serikat (Diktentis, 2003: 1), mengemukakan bahwa pertumbuhan sel jaringan otak pada anak usia 0 – 4 tahun mencapai 50%, hingga usia 8 tahun mencapai 80%. Artinya bila pada usia tersebut otak anak tidak mendapatkan rangsangan yang maksimal maka otak anak tidak akan berkembang secara optimal. Pada dasawarsa kedua yaitu usia 18 tahun perkembangan jaringan otak telah mencapai 100%. Oleh sebab itu masa kanak-kanak dari usia 0 – 8 tahun disebut masa emas (Golden Age) yang hanya terjadi satu kali dalam perkembangan kehidupan manusia sehingga sangatlah penting untuk merangsang pertumbuhan otak anak dengan memberikan perhatian terhadap kesehatan anak, penyediaan gizi yang cukup, dan pelayanan pendidikan. Continue reading

Ciri-Ciri Masa Awal Kanak-Kanak

Dalam setiap tahap perkembangan ada ciri-ciri khusus yang ada pada setiap tahap perkembangan, begitu juga pada saat masa kanak-kanak awal ditandai dengan ciri-ciri tertentu, menurut Hurlock (1980:108) ciri itu tercermin dalam sebutan yang biasa diberikan oleh para orang tua, pendidik, da ahli psikologi:
a) Sebutan Yang Digunakan Orang Tua. Ada beberapa sebutan untuk menggambarkan masa kanak-kanan, sebutan tersbeut berkisar tentang perilaku dan aktivitas yang dilakukan anak-anak, pada sebagian besar orang tua menganggap awal masa pada kanak-kanak sebagai usia yang mengundang masalah atau usia sulit. Continue reading

Pengertian Permaina dan Pengaruh Bagi Anak

Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Adaorang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak:

1. Kesehatan
Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang membutuhkan banyak energi.

2. Intelegensi
Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual. Continue reading

Manfaat dan Jenis Permainan Untuk Anak

Macam-macam permainan dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak

A. Permainan Aktif

1. Bermain bebas dan spontan atau eksplorasi
Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.