Penyebab Bayi Lahir Kekurangan Oksigen

Kekurangan oksigen pada bayi yang baru dilahirkan merupakan kasus serius. Kekurangan oksigen yang telat ditangani akan membuat sel-sel di otak mati yang bisa mengakibatkan kecacatan hingga kematian.

Kekurangan oksigen ke janin dapat terjadi pada setiap kehamilan. Maka itu penting buat paramedis memperlakukan bayi yang kekurangan oksigen dengan sigap.

Kekurangan oksigen dapat menyebabkan kecacatan yang serius yang dapat menghancurkan hidup si anak dan keluarga, menguras emosi dan finansial. Kasus cerebral palsy (cedera otak) pada bayi sebesar 20 persen disebabkan karena kekurangan oksigen.

Seperti dilansir dari babycenter, Senin (12/4/2010) ada tiga penyebab bayi lahir kekurangan oksigen:

1. Terbelit tali pusat atau tali pusat mampat
Tali pusat bisa terpelintir atau tertekan selama masa persalinan yang berhubungan posisi si bayi. Tali pusat ini sangat penting karena janin bisa menerima semua nutrisi lewat ini terutama yang paling penting adalah oksigen.
Jika tali pusat bengkok atau mampat selama persalinan maka bayi dalam posisi yang berbahaya.

2. Tali pusat mencekik leher
Ini biasa terjadi ketika bayi hendak dalam posisi turun. Gerakannya ketika turun terkadang membuat tali pusatnya melilit di leher. Pemantauan selama melahirkan harus cermat karena jika leher bayi terlilit tali pusat akan sulit mendapat pasokan oksigen.

3. Posisi bayi saat keluar lahir
Jika proses kelahiran sulit maka si bayi kadang terjebak di jalur keluar saat akan keluar. Paramedis harus bergerak cepat agar bayi tidak terlalu lama di jalur keluar karena bayi akan kekurangan oksigen.

Kebanyakan kekurangan oksigen terjadi karena janin belum dimonitor dengan hati-hati. Jika menemukan kondisi-kondisi yang sulit dokter biasanya akan segera melakukan operasi caesar.

Bayi yang kekurangan oksigen memiliki tanda-tanda:
1. Skor Apgar yang rendah
Segera setelah bayi lahir, paramedis akan melakukan serangkaian tes untuk melihat respons si bayi. Skornya akan rendah jika bayi mengalami kekurangan oksigen.

Skor Apgar pertama kali ditemukan Dr Virginia Apgar pada tahun 1952 yang mengevaluasi bayi baru lahir pada 5 kriteria dengan skala 0-2, kemudian menjumlahkan kelima kriteria tersebut. Nilai skor Apgar berkisar 0-10. Kelima kriteria itu adalah Appearance, Pulse, Grimace, Activity, Respiration.

2. Kejang pada 24-48 jam pertama setelah dilahirkan
3. Kesulitan makan, kesulitan mengisap dan tidak mampu menelan susu.
4. Mengalami apnea atau napas berhenti dalam beberapa waktu.
5. Kesulitan bangun dari tidur
6. Memiliki pH yang rendah yang menunjukkan asam terlalu banyak dalam tali pusat yang disebabkan kekurangan oksigen.

Efek Jangka Panjang

Anak yang ketika bayi mengalami kekurangan oksigen biasanya dalam masa pertumbuhannya akan mengalami kesulitan belajar, ketidakmampuan berkonsentrasi, masalah keseimbangan dan koordinasi tubuh. Autisme dan epilepsi juga diduga terkait dengan kekurangan oksigen saat lahir.

Untuk menghindari bayi lahir kekurangan oksigen, ibu harus rajin memantau posisi bayi apalagi menjelang masa kelahirannya (Irna Gustia – detikHealth).

About these ads
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.